Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Wednesday, July 5, 2017

Bacalah 3 Doa Ini Ketika Sujud Terakhir Dalam Sholat, Manfaatnya Luar Biasa










Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz (semoga Allah merahmatinya) berkata : Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud

1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah
اللهم إني أسألك حسن الخاتمة

Allahumma inni as’aluka husnal khotimah
Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”



2. Mintalah Agar Kita Diberikan Kesempatan Taubat Sebelum Wafat
اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت


Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”



3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك


Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”


Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

 Sumber: kumpulankonsultasi.com










BACA INFO PENTING INI...:↓


Monday, May 22, 2017

Jomblo Sering Tak Sadar, Saat Allah Sudah Memperlihatkan Jodohnya dengan Cara ini..!











Jodoh itu rezeki namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri.
Pernahkah kamu memikirkan bagaimana dan seperti apa pertemuanmu dengan jodohmu kelak? 

atau kamu sudah menerka-nerka kira-kira seperti apa jodohmu.
Bagi kamu yang masih pacaran (semoga segera putus,hehe) mungkin dengan penuh keyakinan tinggi akan menjawab kalau jodohmu kelak adalah pacarmu, apakah ada jaminan? Jelas sama sekali tidak ada jaminan pacarmu hari ini akan menjadi suami atau istrimu kelak.
Layaknya rezeki, jodoh kadang dengan cara yang tidak disangka-sangka dan tidak bisa diterka. Kamu bisa melihat orang-orang disekitarmu apakah itu orang tua, kakak, tetangga, teman atau siapapun lihat bagaimana Allah mempertemukan mereka dengan pasangannya.
Ada yang lucu, unik, menggemaskan dan meskipun ada juga yang menyedihkan. Banyak cara untuk bertemu dengan jodoh, namun pastikan itu cara-cara yang Allah ridhoi.
Imam Syafii seorang ulama besar sekaligus imam mazhab ayahnya berjodoh dengan cara yang unik, ia berjodoh disaat hendak minta diikhlaskan atas buah apel yang ditemukannya di aliran sungai.
SELANJUTNYA..>>>

Yakiin Mau Punya Pacar? Penelitian Menunjukkan Berpacaran di Usia Remaja Rentan Alami 7 Dampak Negatif Ini











Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang telah berpacaran di usia sangat muda, dua kali lebih rentan terlibat dalam perilaku seks bebas, memiliki kecemasan yang tinggi, dan dampak negatif lainnya.

Kalau kamu coba googling dengan keyword "Anak SD Pacaran", siap-siap kaget dengan hasilnya yah. 

Dua tahun ke belakang fenomena anak SD yang sudah pacaran memang sempat ramai dan membuat cemas para orang tua. 

Mulai dari anak SD yang rela melakukan apa pun demi sang kekasih hingga perilaku seksual yang kebablasan. 

Padahal, pada tahun 2013 ke belakang, isu ini tak seramai kini, entah karena zaman yang telah berubah atau karena tidak terekspose saja. 


Tak hanya anak SD loh, bahkan kamu yang telah remaja pun sebetulnya belum pantas menjalin relasi romantis alias berpacaran. Ternyata di usia remaja, menjalin hubungan romantis alias berpacaran rentan mengalami 7 dampak negatif berikut ini.

1. Rentan mengalami stres

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang telah berpacaran di usia muda dua kali lebih rentan terlibat dalam perilaku seks bebas, memiliki kecemasan yang tinggi, dan dampak negatif lainnya. 

Sebaliknya, mereka yang berfokus pada pendewasaan dirinya dan menikmati masa remaja tanpa terlibat hubungan romantis, dinilai tak terlalu berisiko mengalami masalah sosial dan emosional.

SELANJUTNYA...>>>





BACA INFORMASI PENTING INI JUGA...:

Sunday, May 21, 2017

DAHSYAT...!!! Orang-Orang INI yang Pernah Dipecat Dari Pekerjaannya, tapi Malah Jadi Kaya RAYA....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana perasaanmu jika dipecat secara tiba-tiba, apalagi oleh perusahaan tempat kamu mengabdi lama. Inilah yang dialami oleh tokoh-tokoh berikut.

Awalnya mereka juga kecewa, marah, bahkan merasa dikhianati. Tapi kemudian, mereka mencari cara untuk bangkit dan membuktikan pada orang-orang yang meremehkan mereka. Belasan tahun kemudian, mereka menjadi sangat sukses dan kaya bahkan disegani. Siapa saja mereka?

 Steve Jobs

Steve Jobs pernah dipecat dari Apple, perusahaan yang dia dirikan dengan susah payah. Namun saat kembali ke Apple, dia melakukan sesuatu yang membuat Apple menjadi sebesar sekarang.

Setelah dikeluarkan, Jobs mengalami krisis. Dia berusaha membuat tujuan baru mulai dari terjun ke bidang politik sampai ingin menjadi astronot, kata Alan Deutschman, penulis “The Second Coming of Steve Jobs.”

Saat dicampakkan Apple, dia membuat perusahaan komputer benama NeXT yang kemudian diakuisisi Apple untuk merilis Pixar Animation Studios. Saat dia kembali nyaris 10 tahun kemudian, Jobs menciptakan inovasi iPod, iPhone, and iPad.








BACA INFO PENTING INI...:↓

Saturday, May 20, 2017

Ini Alasan Dian Sastro Memilih Memeluk Islam, Meski Ayahnya Budha Dan Ibunya Katolik

Raut wanita dalam foto itu serius. Tampak tekun. Kepala berbalut kerudung, tertunduk. Mata terkunci ke bawah. Khusyuk. Tangan kanan menggenggam mic. Disodorkan ke bibir yang terlihat tengah membaca.

Dia tak sendiri. Di samping kanan, duduk perempuan paruh baya. Juga berkerudung. Wanita berkaca mata itu memaku pandangan ke arah kiri. Mengamati wanita muda di samping dengan lekat.

Dengan Menggosok Lotion ini Sebelum Tidur Setiap Malam dan Bangun Anda Akan Terkejut dengan Kulit Bersih dan Mulus yang Akan di Dapat !!  



“Khataman Qur'an dan pengajian sebelum akad..” Demikian bunyi kalimat yang tertulis di sebelah kanan foto kedua perempuan tersebut.

 Dua perempuan dalam foto itu adalah Dian Sastrowardoyo dan sang bunda, Dewi Parwati Setyorini. Dian tengah membaca Alquran sebelum akad nikah. “Mama aku yang Katolik benar benar supportif dan mendukung aku untuk khatamin Qur'an sebelum menikah..”

Gambar itu diambil sebelum pernikahan Dian dengan Maulana Indraguna Sutowo pada 2010. Kemudian diunggah ke Instagram melalui akun @therealdisastr pertengahan tahun lalu.
 
Dian dan sang bunda memang beda agama. Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini memutuskan masuk Islam. Mengucap Syahadat pada tahun 2006. Tepat pada malam peringatan Isra Mi’raj.





Kala itu, nama Dian sudah gemilang. Dikenal luas sebagai artis papan atas. Sukses menjadi pelakon film dan juga bintang iklan. Sehingga keputusan menjadi mualaf menjadi perhatian banyak orang. Diberitakan berbagai media.

Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982, ini mengaku keputusan masuk Islam datang dari jiwa. Tak ada yang membujuk. Apalagi memaksa. “Dari hatiku sendiri,” tutur Dian saat diwawancara sebuah media.
Namun, proses mualaf itu butuh perjalanan panjang. Mungkin inilah yang ditiru oleh Dian dari sang ayah, Ariawan Sastrowardoyo. Dulu, sang ayah juga mengembara mencari jati diri, sebelum akhirnya memeluk Buddha.

“Mungkin oleh proses yang sama sekarang aku memeluk Islam. Sementara mamaku tetap Katolik,” ujar Dian.

Tapi Dia yakin, menjadi mualaf bukanlah pilihan salah. Keputusan ini benar. Dan dengarlah kebahagiaan Dian setelah memeluk Islam.

“Perasaanku lega. Karena aku masuk Islam bukan karena popularitas. Yang membuat aku memilih Islam karena aku ingin berserah diri dan pasrah kepada Allah.”

Sebagai seorang mualaf, Dian terus belajar. Memperdalam ilmu Islam. Berbagai buku dia lahap. Termasuk tuntunan salat. Selain itu, dia juga bertanya pada orang yang lebih tahu tentang Islam.

“Ada guru juga yang ngajarin, tapi lebih banyak aku baca buku.”
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua serta menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

Sumber: reportaseterkini.com
 
BACA INFO PENTING INI...:↓

Friday, May 12, 2017

BERTAHANLAH DENGAN ORANG YANG SAMA-SAMA INGIN BERJUANG, BUKAN YANG INGIN DIPERJUANGKAN, YANG SETUJU WAJIB SHARE...!!!












Jatuh cinta seperti memberimu kekuatan ‘super’ untuk tetap bertahan memperjuangkan orang yang kamu cintai, tidak peduli orang itu mencintai sepertimu atau tidak. 


Kadang, meski dia tidak mecintai kita, tapi kita selalu percaya kalau dia juga punya persaan cinta yang sama.


Namun seberapa hebat apapun kekuatan ‘super’ yang diterimamu itu tetap saja tidak akan berfungsi atau tidak ada apa-apanya jika yang jatuh cinta hanyalah dirimu sementara dia hanya mencintaimu sekedarnya saja.

Kamu Haru Meyakini Bahwa Tidak Akan Pernah Ada Kata “Kita” Jika Hanya Salah Satu Yang Berjuang

 

Sadarlah jika kamu memilih berjuang mempertahankan sebuah hubungan dengan orang yang hanya ingin diperjuangkan, 


maka tidak akan pernah ada kata kita. Kamu dan dia tidak akan pernah menjadi kita jika dia tidak ingin memperjuangkan dirimu.

Berjuang Sendiri Sama Dengan Jalan Ditempat, Kamu Tidak Akan Sampai Pada Tujuan Yang Ingin Kamu Capai

 

Berjuang sendiri sama saja seperti kamu jalan ditempat kamu memang tampak mengusahakan segala upaya tapi percayalah sesungguhnya usahamu tidak akan mengubah apapun 


selama dia tidak menginginkan hal yang sama seperti dirimu. Apapun yang kamu lakukan dan yang akan kamu lakukan hanya akan terbuang sia-sia jika dia tidak benar-benar menginginkan dirimu.

SELANJUTNYA...>>>




 

Wednesday, May 10, 2017

Inilah 8 Tanda Kamu Hanya Bertambah Tua, Tapi Gak Bertambah Dewasa, yang ke 6 sering banget kamu lakukan...!!











Pertambahan usia nyatanya bukan acuan seseorang menjadi dewasa. 


Dengan kata lain, kedewasaan tidak dilihat dari usia. Banyak juga seorang muda yang menegur orang tua karena menyerobot sebuah antrian. 


Atau juga anak kecil yang mengingatkan orang lain untuk tidak berteriak di tempat umum. Semuanya itu membuktikan bahwa dengan bertambahnya usia seseorang maka kedewasaan akan otomatis bertambah.


Saat hari ulang tahun tiba, banyak orang yang mengatakan harapannya adalah menjadi dewasa. 


Menjadi seseorang yang lebih baik atau menjadi bijaksana. Seperti apa sebenarnya menjadi dewasa itu? 


Kamu harus tahu dulu tanda-tandanya, apakah benar kamu hanya bertambah usia tapi tidak bertambah dewasa.


1. Tidak bisa mengontrol emosi.

1391908-543640475712675-1371205369-n-f88552f3df485e8a0a45bfcc68d7d12c.jpg

Marah-marah sesuka hati, berteriak bahkan memaki bukanlah tanda seseorang yang dewasa. Kedewasaan kental dengan ketenangan dan ketegasan – bukan kemarahan. 


Jika kamu merasa payah dalam mengontrol stresmu, bisa jadi kamu termasuk orang yang hanya bertambah tua tapi tidak bertambah dewasa.

2. Tidak merasa nyaman dengan diri sendiri.

heirs14-00212-4e54cbf0ff1ef0e1f8d6ee79db4118ee.jpg

Sering merasa tidak yakin dengan pilihan diri sendiri bahkan mudah berubah pikiran jika ada teman yang mempengaruhi. 


Seseorang yang tidak dewasa akan merasa aman jika dirinya sependapat dengan banyak orang dan sebaliknya, mereka akan merasa tidak nyaman jika hanya sendirian memikirkan sesuatu.

SELANJUTNYA...>>>

Monday, May 8, 2017

Yakinlah..!!! Ketika Kita Sabar, Tuhan Pasti Akan Memberikan Ending Yang “Bahagia” Untuk Kita












Orang yang sabar pasti akan dibahagiakan oleh Tuhan, 


orang yang sabar pasti akan selalu diberi kemudahan dan jalan keluar dalam setiap masalah yang dihadapinya.


Karena itulah bersabarlah bila sedang mendapat ujian hidup, sebab Tuhan selalu memberikan akhir yang bahagia bagi setiap orang yang mau bersabar. 
 
 
Apapun masalah dan ujian hidup yang sedang kamu hadapi tetap hadapi dengan kesabaran.
 

SELANJUTNYA...>>>

Thursday, May 4, 2017

Jika Anak Bertanya Kenapa Harus Sholat, Puasa, Zakat Dll, Begini Jawabnya! ...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jika Anak Bertanya Kenapa Harus Sholat, Puasa, Zakat Dll, Begini Jawabnya! 

"Sayang, ayo kita shalat. Tuh dengar adzan telah berbunyi," ujar seorang ibu kepada anaknya yang tengah asyik nonton televisi. 
 
 
"Sebentar lagi dong, ini lagi seru­serunya," jawab sang anak. Ibu itu kemudian mendekat, "Sayang, tidak baik menunda­nunda shalat. Ini kan haknya Allah. 
 
 
Ayo matikan tivinya!" "Iya deh," jawab sang anak sambil beranjak dari tempat duduk. Ia terlihat sangat kecewa karena harus meninggalkan televisi.
 
 
Selama di kamar mandi, si anak terus menggerutu. "Ah..Ibu, tiap hari menggangu saja. Lagi enak­enaknya nonton disuruh shalat. 
 
Lagi seneng­ senengnya main disuruh shalat. Lagi nyeyak tidur disuruh shalat. Harus baca Quran lah. Harus ikut pengajian lah. Harus ini … harus itu …! Bikin pusiiiing. * * * 
 
 
Usai shalat berjamaah, anak itu bertanya dengan nada protes. "Bu, kenapa sih kita harus shalat, harus puasa, harus baca Al­Quran, dan harus belajar? 
 
Bukankah itu mengganggu kesenangan kita? Lagi pula, menurut saya, semua itu tidak ada gunanya, tidak mendatangkan hasil." Si Ibu sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia pun terdiam beberapa saat.
 
 
 Ada sedikit kemarahan yang muncul dalam hatinya. Tapi ia segera sadar bahwa yang bertanya adalah anak kecil, yang belum tahu apa­apa selain main dan bersenang­senang. 

Sang Ibu beranjak mengambil sebuah lampu yang menempel di dinding kamar anaknya. Sesaat kemudian ia berkata, "Anakku sayang, kamu lihat lampu ini. 
 
 
Ia begitu indah. Bentuknya lonjong dengan dindingnya terbuat dari kaca yang bening. 
 
 
Tiap malam engkau bisa belajar, mengerjakan PR, dan nonton televisi, salah satu sebabnya karena diterangi lampu ini." "Sayang, tahukah kamu mengapa lampu
 
 ni bisa menyala?" lanjut si Ibu. "Ya, karena ada energi listrik yang berubah jadi cahaya," jawab sang anak. "Benar sekali jawabanmu. 
 
Lalu apa yang menyambungkan lampu ini dengan sumber listrik tadi?" tanya si ibu lebih lanjut. Sang anak pun menjawab dengan pasti, 
 
"Yang menyambungkan lampu dan sumber listrik adalah kabel." "Pintar sekali kamu," timpal si Ibu memuji. "Nah, sekarang kamu pasti tahu, bila tidak ada kabel pasti lampu ini

tidak akan nyala dan kamar ini pasti gelap. Bila demikian, ia tidak akan ada manfaatnya lagi, dan kamu tidak bisa belajar dan nonton tivi." Sang Anak belum paham mengapa ibunya menceritakan lampu itu kepadanya. 
 
"Apa maksud Ibu?" tanyanya kemudian. Ibu itu kembali berkata, "Anakku sayang, Allah itu sumber cahaya dalam hidup. Kita adalah lampunya
 
Ibadah yang kita lakukan menjadi kabel atau tali penghubungnya. Ibadah dapat menghubungkan antara Allah dengan manusia, tepatnya antara Allah dengan kita. 
 
Bila tidak mau beribadah, hidup kita akan gelap. Kita akan tersesat dan takkan berguna sedikit pun, seperti tak bergunanya lampu yang tak bercahaya." 
 
Ibu itu melanjutkan, "Jadi, shalat, bersedekah, membaca Al­Quran, ataupun belajar adalah kabel yang akan menghubungkan kita dengan Allah." Mendengar semua itu, sang anak tampak tertegun. 
 
 
Dalam hatinya timbul penyesalan akan sikapnya yang selalu menganggap remeh ibadah. Ia pun berkata, "Kalau begitu aku tidak akan meninggalkan shalat lagi dan akan membaca Al­Quran tanpa harus disuruh. Bu, maafkan saya ya!" * * * 
 
 
Jadilah seorang ibu, seorang mama, seorang ummi yang pandai untuk anak­anakmu. 
 
Karena jika seorang ibu itu “pandai” Insya Allah anaknya juga akan menjadi anak­anak yang pandai. 
 
Sekilas cerita tersebut adalah salah satu gambaran pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh anak­anak kita. 
 
Nah, kalau kita tidak “pandai” dan tidak paham dengan anak­anak kita, pasti yang keluar bukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh anak kita, 
 
tetapi kita akan memarahi anak kita dan mengatakan kepadanya untuk DIAM dan tidak berbicara lagi. Ummi seperti apakah kita? 
 
Sumber :  informasiislamhariini.com

Baca Juga :